2012/01/19

Kinou wa doko?? (昨日はどこ??)

Kemarin kuliah ku libur, hampir seharian aku berkutat di depan komputer. Komputer ini teman ku, dia selalu menemani ku saat sendiri di rumah dan membantu ku mempermudah beberapa tugas kuliah ku. Dia juga yang menghibur ku dengan lagu-lagu yang ku simpan didalamnya. Komputer ku bukan teman yang egois, dia juga yang menjadi perantara aku dan teman-teman dunia mayaku.

Sampai kemarin aku menemukan seorang teman yang hampir seharian itu menemani ku. Melalui jejaring sosial Facebook kami terkoneksi. Semua bermula saat aku Like statusnya yang cukup menarik menurut ku. Untuk beberapa saat semua masih biasa sampai aku kaget setengah mati saat dia Like semua status, aktifitas, maupun tautan yang ada pada kronologi ku seminggu terakhir ini.
Wow!! Aku sempat berteriak kaget saat muncul kotak-kotak pemberitahuan di samping kiri layar monitor ku, karena baru kali itu aku melihat kotak-kotak itu bertambah terus dan terus menumpuk sampai batas teratas tampilan facebook ku. Sempat aku merasa takut dengan teman yang memang belum begitu ku kenal itu, [cat: kami berteman karena persamaan hoby dan komunitas] tapi ya sudahlah toh tidak mengganggu.

Aku masih tenang sampai Like bertubu-tubi berikutnya datang. Kali ini gambar-gambar dari album facebook ku. Oh My... Aku tetap coba tenang karena gambar yang ia lihat hanyalah gambar anime-anime couple favorit ku. Tapi ketenangan ku buyar sampai kudapati Like pada foto pribadi ku. Awh.. Kesalahan ku juga tidak menyembunyikannya kalau tidak ingin di lihat orang lain.

Sebelumnya aku sempat membuat status facebook yang memuat sebuah gambar makanan untuk bentou (bekal) ala Jepang, gambar itu lucu (≧∀≦).  Aku lupa tepatnya bagaimana, tapi aku juga sempat mengiriminya PM (private message), dan ia mengomentari keduanya [gambar dari status ku dan PM dari ku].

Dari sinilah mulai percakapan panjang kami. Kami muali bercakap-cakap panjang-lebar, kesana-kemari, tapi masih dalam lingkup topik yang ringan. Aku sempat berpikir, apa aku sempat bertemu dengannya di event komunitas? Memang banyak sekali orang-orang komunitas hoby ku yang sering datang ke event, tapi setidaknya wajah-wajah itu familiar saat di event selanjutnya aku lihat lagi [cat: tidak semua orang-di event aku kenal looh..] terlebih yang memang aku kenal.
Sudah kupastikan dengan melihat beberapa fotonya, tapi aku rasa aku memang belum kenal dia secara nyata (in real world). Hummm.....

Percakapan kami terus berlanjut sampai cukup larut malan dan ku akhiri kehidupan dunia mayaku hari itu. Aku masih biasa saja, menganggap dia sebagai kenalan baru dari satu dunia komunitas besar di negara ku [cat: karena aku juga punya kenalan satu dunia komunitas dari luar kota, hehehe..].

Pagi hari (tadi pagi), di perjalanan menuju kampus ku, aku online melalui mobile phone untuk membunuh jenuh saat mobil yang kutumpangi terperangkap macet. Huuufth...
Wew.. aku menemukan poke darinya!! hahaha.. Tapi itu sudah hampir 7 jam yang lalu, sayang aku lupa poke back dia. Ku pikir tak apalah kita pasti ada waktu lagi nanti.

Malam ini aku online melalui komputer kesayangan ku. Tak ada pikiran aneh sampai aku lihat kronologi ku bersih dari namanya. Oh My.. Sepertinya ada yang aneh, semua status, tautan, gambar, atau aktifitas ku tak ada tanda Like darinya. Masa dia hapus satu deni satu?? Rajin sekali.... Aku masih penasaran dan kulihat status-status ku yang kemarin sempat jadi lahan percakapan panjang ku dengannya. Dan...... Oh God............ yang ku lihat hanya komentar ku saja yang Liker-nya 'tidak tersedia' karena semua komentar ku dia yang Like. Begitupun PM. Aku juga tak menemukan facebooknya dalam 'pencarian'.

Tak apa jika memang ia mau menghilang sebentar. Hak dia. Tapi rasanya aku seperti kehilangan. Sedih. Apa aku melukainya?? Sempat ku berfikir begitu.

Aku benar-benar meras kehilangan. Dia yang menemaniku menyelesaikan tugas-tugas ku kemarin malam saat aku tengah sakit [cat: menyelesaikan tugas kampus dalam keadaan sakit memang sudah sering, tapi baru kali ini ada yang menemani ku bicara seperti ini sehingga aku semangat. :') ].

Teman terimakasih atas canda-tawamu, waktumu, dan semua yang membuat ku tidak merasa kesepian kemarin siang hingga larut malam. Semoga kita segera bisa berbicang-bincang lagi yaa..^_^ Kinou wa doumo arigatou nee...(Terimakasih banyak untuk kemarin yaa).

Teman, kawan, sahabat adalah sesuatu yang sangat berharga bagi ku. Sulit jika aku harus kehilangan satu saja di antara mereka.

2012年01月19日
8:50pm

2012/01/16

for My H0ney . . Anata^_^

Aku menyayangi mu lebih dari apa pun
Jika teringat lagi senyum mu,,
maka tak ayal ku kan mencair
Menjadi kubangan dalam kerinduan

Aku kan selalu merindukan mu
lebih dari apa yang kau tahu
Walau sepi sering melanda
Aku akan kuat untuk mu
karena ku yakin dapat menemui mu setelahnya

Membayangkan lagi senyuman mu
membuat ku meringis merindukan mu
Tatapan mu yang sendu, pelukan mu yang hangat
Membuat sejuk amarah hati yang meluap

Andai kau di sini sekarang
ku takkan lepaskan pelukan mu dari tubuh ku
Harap ku rindu ini kan terus bertahan
Tak kalah oleh emosi sesat ku

2012年1月15日
11:48pm

2012/01/13

May be . . .


Malam semakin larut saat aku baru aja sampai di depan gerbang rumah ku.
            "Heump, sepertinya kakak belum pulang."
Ku jatuhkan tas ranselku di atas tanah yang dingin, ku keluarkan serangkai kunci dari tas pinggang kecilku, ku putar salah satu kunci di lubang kunci gerbang.
Rumah yang selalu sepi ini hanya ku tinggali berdua dengan kakak laki-lakiku. Sudah dua minggu aku dan kakak ku meninggalkan rumah ini untuk menyelesaikan misi di tempat yg berbeda. Baru kali ini kami mendapatkan tugas yang berbeda, sebelumnya kami selalu bersama. Menyelesaikan misi-misi rahasia negara di berbagai tempat.
  BRUG.. Aku menjatuhkan diri di atas sofa kesayanganku dan kakak.
            "Haah, lelahnya!! Misi kakak sepertinya sulit, padahal kakak berangkat lebih dulu dariku." Aku melanjutkan aktifitas kesendirianku dengan membereskan barang-barang bawaan ku.
 TING TOONG… bell rumah berbunyi.
            “Owh, mungkin itu kakak. Jail sekali sampai membunyikan bell segala.” Aku tertawa ringan mengingat kakak tidak pernah melakukan hal itu. Segera ku raih pintu dan membukanya.
            “Selamat malam Miss.Yoshioka.” seorang pria setengah baya berdiri di hadapanku. Pria yang ku kenal sebagai kapten di agensi tempat aku dan kakak biasa mendapatkan misi. Datang dengan dua orang yang ku ketahui sebagai bawahannya.
           “Kapten!” segera ku beri hormat.
          “Maaf kapten ada hal penting apakah yang mendorong anda kemari?” ku persilahkan mereka masuk dan duduk di ruang tamu. Wajah kapten Houga tidak seperti biasa ku rasa, dia seperti seorang anak yang sedang menyembunyikan sebungkus permen kapas dari pandangan ibunya.
            “Silakan duduk, mau ku ambilkan minum?”
            “Tidak terimakasih, kami hanya sebentar di sini.” Kapten tersenyum agak berat.
Aku duduk tepat di hadapannya. Tak basa-basi ia lalu mulai melancarkan misinya mendatangi rumah ku malam ini. Terdengar hembusan berat nafas sang kapten di hadapan ku ini. Berbagai perasaan aneh berkelabat di benakku, sebenarnya ada apa ini??
            “Aku membawa kabar tentang kakak mu.” Ungkapnya. Kaget. Perasaan ku semakin semerawut. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang tidak beres.
            “Sebenarnya misi yang kakak mu tangani kali ini cukup ringan, tapi terjadi kesalahan. Di luar dugaan ada pihak ke-tiga yang ikut campur dalam penyelesaiaan misi ini. Mereka menyabotase rancangan misi kita dan mengacaukan komunikasi agensi dengan klien kita. Misi seperti terhenti..” ia memngambil jeda yang cukup lama. Aku hanya bisa terdiam, seperti ada sentakan keras yang menyerbu dada ku.
***
            “KAKAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKK!!!” teriak ku.
            “Ada apa adikku sayaaang?” suara jahilnya mendengung di telingku.
            “Kembalikan CD Bon Jovi kuuuuu. Hiks Hiks..” Aku merengek dan menangis sejadi-jadinya di lorong rumah depan pintu kamar kakakku.
            “Ahahahahaa, kau ini lucu sekali.” Ia malah menggoda ku, berteriak dari dalam kamarnya.
            “Kakak aku serius, kalau tak kau kembalikan aku akan pergi dari rumah dan kau takkan pernah merasakan ice lemon buatan ku lagi!!” Teriakku. Ruka kecil yang sudah suka music rock ini hanya bias terduduk di lantai sambil terus menendang-nendang pintu kamar sang kakak.
CEKLIK. Pintu kamar terbuka, kelurlah lelaki tinggi bertubuh tegap dengan senyum manis yang mengembang. Lalu ia berjongkok di depan ku.
            “Ruu-chan, jangan begitu. Kakak masih ingin minum ice lemon buatan mu, maafkan kakak meminjamnya saat Ruu-chan sedang tak di rumah. Maukan memaafkan kakak?” ia tersenyum semakin manis. Dari dulu aku sudah tidak tahan dengan senyumannya yang seperti kembang gula. Begitu hangat, penuh rasa sayang, dan seperti membentengi ku dari segala yang ingin mengganggu ku. Aku hanya bias terisak di hadapannya yang begitu tulusnya tersenyum pada ku.
            “Sayang, mau ya memaafkan kakak mu ini?” senyumnya semakin hangat saja. Ia menghapus air mataku dengan kedua tangannya yang hangat, lalu mengelus kedua pipi ku yang menjadi merah karena menangis. Masih setengah menangis aku pun mengangguk. Kakak tersenyum pada ku semakin lebar lalu memelukku erat.
            “Maaf membuat mu menangis.” Ucapnya pelan di telingaku. Aku balik memeluknya.
            “Lalu cd ku mana?” masih terisak-isak kecil. Ia melepas pelukannya perlahan.
            “Ini.” Masih dengan senyumannya yang amat ku sukai, ia meraih sekeping cd yang ia letakkan di lantai di samping tempat ia berjongkok lalu menyerahkannya pada ku. Aku segera meraihnya dengan gembira.
            “Terimakasih kakak sudah menjaganya dengan baik.” Aku pun tersenyum. Ia tersenyum melihatku lalu mengelus-elus rambut sebahuku, senyum hangatnya semakin lebar. Aku benar-benar menyayangi kakakku.
つづく